Teknologi Drone

Hasil gambar untuk drone

     Kali ini saya akan mengulas tentang drone atau yang lebih formal dikenal dengan sebutan pesawat tanpa awak. Pada dasarnya, pesawat tanpa awak tersebut terbang dengan dikendalikan melalui remote control atau terbang secara mandiri dengan menggunakan kendali dari software yang digabungkan dengan GPS. Pada awalnya, pesawat jenis ini banyak digunakan untuk keperluan militer seperti, untuk pencarian dan penyelamatan, untuk memantau lalu lintas, untuk mengawasi, misi mata-mata, untuk memantau cuaca, untuk membantu memadamkan kebakaran, dan lain-lain.
Namun saat ini, pesawat tanpa awak atau drone sudah semakin komersial dan banyak diproduksi untuk keperluan keperluan khusus seperti untuk fotografi, dan lain-lain.
Dengan adanya jenis pesawat ini, ada banyak hal yang kemudian berubah menjadi mudah. Satu contoh, saat kita sulit untuk menjangkau sebuah tempat untuk mengambil sebuah foto, atau untuk mengambil sebuah video, dengan memanfaatkan drone, kita bisa melakukannya dengan mudah.

Sejarah drone
     Awal dikenalnya drone sebenarnya tidak berbentuk seperti yang kita lihat saat ini. Melalui sejarahnya yang panjang, drone tercatat pertama kali digunakan di Austria pada tahun 1849. Pada tahun itu, setidaknya ada 200 balon tanpa pilot yang dipasangkan bom dengan tujuan diterbangkan menuju Venesia.
     Setelah itu, kurang dari dua dekade, tepatnya pada saat terjadi perang saudara di Amerika mereka juga menerbangkan balon tanpa awak untuk misi pengintaian.
Dilanjutkan pada tahun 1896, samuel P. Langley mengembangkan pesawat tanpa awak yang diterbangkan di atas sungai di dekat washington DC. Pesawat tanpa awak tersebut sukses terbang selama kurang lebih 90 detik.
Kemudian barulah pada perang dunia ke satu, penggunaan pesawat tanpa awak semakin populer terutama untuk misi pengintaian dan untuk melihat pergerakan musuh. Pada saat itu, atau pesawat tanpa awak sudah dibekali dengan berbagai perlengkapan seperti kamera untuk mengambil foto.

Masa Depan Drone
     Melihat perkembangan yang sangat pesat, tentu ada banyak hal yang bisa kita lakukan dengan menggunakan pesawat tanpa awak ini. Masa depan teknologi ini tampaknya akan sangat cerah walaupun saat ini masih diminati oleh kalangan tertentu saja.
Satu contoh, di tahun 2013 lalu, Amazon mengumukan rencana mereka untuk memanfaatkan pesawat tanpa awak ini guna mengirim paket di masa yang akan datang. Namun saat ini yang paling banyak terlihat adalah, drone dimanfaatkan untuk fotografi, hobi, gadget, dan banyak juga dimanfaatkan untuk industri perfilman.
     Potensi penerapannya di masa yang akan datang juga tampaknya akan sangat baik mengingat pesawat tanpa awak ini semakin canggih dan memiliki kekuatan yang cukup besar sehingga sangat mungkin apabila setiap orang memiliki drone yang fungsinya mungkin kurang lebih seperti pembantu. Drone akan membantu kita melakukan banyak hal mulai dari membawa barang, membantu menavigasi, membantu kita mengirim paket, drone memiliki potensi yang cukup besar untuk memudahkan para petani terutama untuk mengawasi lahan pertanian mereka, untuk menerapkan pupuk, bisa juga dimanfaatkan untuk memantau infrastruktur, dan lain-lain.

Implikasi
     Namun masalahnya, setiap ada teknologi baru, seringkali banyak orang yang menyalahgunakan teknologi tersebut. Dan pesawat tanpa awak ini adalah salah satu teknologi yang cukup berbahaya dan berpotensi disalahgunakan. Sehingga, untuk menerbangkan drone, kita membutuhkan izin dan tentu saja harus ada aturan dan hukum yang jelas tentang penggunaannya. Termasuk aturan mengenai zona-zona dimana kita bisa menerbangkan drone, karena bisa sangat berbahaya apabila jatuh atau menabrak. Tidak menutup juga kemungkinan apabila, di masa yang akan datang pesawat tanpa awak ini akan mempengaruhi peta politik, sosial, keamanan, ekonomi, dan bahkan hukum dan lingkungan.


Blog, Updated at: 2:02 AM

0 komentar:

Post a Comment